Indonesia vs Argentina, Saatnya Uji Kehebatan Messi dan Juara Dunia

“Bukan kaleng-kaleng”, kata Ketum PSSI, Erick Thohir kepada awak media untuk menegaskan bahwa Argentina sudah secara resmi akan melawan timnas Indonesia pada 19 Juni 2023. Jadi, bersiaplah wahai Garuda, juara dunia sebentar lagi akan datang.

Antusiasme publik seantero tanah air seketika menggelora mendengar sang jawara Sea Games 2023 itu akan dijajal sang juara dunia. Ini adalah momentum, kapan lagi kita dipercaya tim sekelas Argentina untuk uji coba?

Pentingnya FIFA Matchday Bagi Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah meminta agar timnas bisa bermain melawan peringkat 100 besar FIFA. Keinginan itu ternyata tak butuh waktu lama untuk diwujudkan. Tak tanggung-tanggung, Indonesia bahkan akan menghadapi Argentina, tim peringkat satu FIFA pada 19 Juni 2023. Sebelum itu, pada 14 Juni akan melawan Palestina, tim peringkat 93 FIFA.

Ini adalah momentum bagi timnas Garuda untuk memperbaiki peringkat FIFA. Pasalnya, timnas saat ini masih bercokol di peringkat 149 FIFA dengan poin 1.046,14. Bersua tim dengan peringkat di atas kita, itu adalah sebuah keuntungan.

Menurut Football Ranking, jika timnas menang atas Argentina akan dapat tambahan poin 6,77. Namun jika kalah, timnas hanya akan kehilangan 3,77 poin. Bagaimana kalau seri? Seri saja, timnas masih dapat untung tambahan 1,77 poin. Hitung-hitungan itu juga sama berlaku di laga menghadapi Palestina.

Kok Bisa Argentina Mau Ke Indonesia?

Berikutnya muncul pertanyaan, kok bisa tim sekelas juara dunia Argentina mau datang ke Indonesia? Faktanya, tak ujug-ujug Argentina mau datang ke Indonesia. Selain mendatangkannya saja mahal, Argentina juga pilih-pilih lawan tandingnya. FYI aja, terakhir kali Argentina mau uji coba ke Asia Tenggara itu adalah melawan Singapura pada 2017 silam.

Menurut Tempo, negosiasi antara PSSI dan Argentina untuk main di Jakarta sudah terjadi sejak kongres FIFA di Rwanda, Maret 2023. Saat itu Erick Thohir berbicara langsung dengan Federasi Sepakbola Argentina (AFA) tanpa promotor.

Erick pun membeberkan hal itu. Ia mengungkapkan bahwa ada dua sosok penting yang akhirnya bisa meyakinkan timnas Argentina datang ke Indonesia. Yang pertama adalah sahabat Erick ketika di Inter, Javier Zanetti. Dan yang kedua adalah Maria Cristina Russo, seorang konsultan akuntansi AFA, sekaligus sahabat lama Erick saat menjadi Presiden Inter Milan.

Bukan hanya itu, fee juga menjadi tolok ukur mengapa Argentina mau datang ke Indonesia. Dan itu dikabarkan tak main-main nilainya. New York Times akhir-akhir ini sempat mengulas bahwa dana untuk mendatangkan Timnas Argentina setelah menjadi juara dunia, mencapai 5 juta USD atau setara dengan Rp74 miliar.

Kabar tersebut akhirnya ditanggapi oleh Erick. Ia mengatakan bahwa dirinya dan PSSI belum bisa menyebutkan angka pastinya. Menurutnya, nanti angkanya akan kelihatan dan akan dipublikasikan supaya transparan saat audit keuangan PSSI.

Untung Rugi Timnas Argentina Hadir Di Indonesia

Sudah mahal-mahal datangkan mereka, tentu harus menambah banyak manfaat dong buat timnas Garuda? Dari segi teknis skuad, faktor menambah pengalaman melawan pemain bintang dengan kualitas dunia, menjadi salah satu keuntungan. Pasalnya, jarang timnas Garuda hadapi para pemain bintang kelas dunia.

Yang berikutnya dari segi bisnis. Tentu yang satu ini sangat menguntungkan. Laga ini juga jadi momentum yang tepat untuk menaikan citra sepakbola Indonesia di mata dunia. Eksposur media dunia tentang laga ini pasti menambah efek positif. Selain itu, jika semua terselenggara dengan baik, sekaligus akan memancing para tim-tim terbaik dunia lainnya untuk datang juga.

Namun, menurut pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni alias Bung Kus seperti dikutip Tempo mengkritisi kebijakan mendatangkan Argentina. Menurutnya, timnas seharusnya menghadapi tim yang tidak muluk-muluk terlebih dahulu. Karena kalau langsung melawan raja terakhir, sudah pasti kalah kualitas.

Misal menghadapi lawan yang gaya mainnya mirip dengan calon lawan timnas di Piala Asia nanti. Seperti Korea, Thailand, atau Arab Saudi. Itu terlihat lebih bermanfaat, karena fokus kita adalah menuju persiapan Piala Asia.

1979, Indonesia Digasak Maradona 5-0

Pertemuan monumental di Gelora Bung Karno nanti akan sangat bersejarah. Karena sepanjang sejarah di level senior, kedua tim belum pernah bertemu. Namun jika di level usia muda, mereka sudah dua kali bertemu.

Pertemuan pertama terjadi pada tahun 1979, di ajang Piala Dunia U-20 yang dihelat di Jepang. Ketika itu timnas Garuda baru debut, dan langsung tergabung di grup maut bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia.

Selain hadapi kekuatan besar Argentina, skuad Garuda juga duel secara langsung dengan “Si Tangan Tuhan” Diego Armando Maradona. Maradona ketika itu adalah wonderkid yang sudah dielu-elukan menjadi calon superstar.

Hasilnya, timnas Garuda digasak Maradona cs dengan skor 5-0. Maradona sumbang dua gol. Timnas pun harus puas jadi juru kunci, dengan tanpa kemenangan dan satu gol pun.

Menurut Bambang Nurdiansyah, salah satu pemain timnas yang tampil di laga itu mengatakan bahwa, pengalaman bertemu Argentina dan Maradona tak akan terlupa dalam hidup. Selain menginap di hotel yang sama dan makan malam bersama, timnas Garuda dapat pelajaran banyak darinya di lapangan.

Pertemuan klasik itu pun juga dikenang oleh mendiang Maradona sebelum ia wafat di laman Instagramnya 28 Agustus 2020. Ia sempat mengenang kisah mudanya waktu tampil bersama Tim Tango di level junior, ketika melawan Indonesia.

Pertemuan Kedua di Argentina

Lalu, pertemuan kedua mereka terjadi di laga uji coba level U-23 yang dihelat di Argentina. Ceritanya, waktu itu timnas Garuda asuhan Ivan Kolev dikirim ke Argentina untuk menjalani uji coba guna persiapan Sea Games 2007.

Argentina U20 adalah lawan yang dihadapi timnas Garuda ketika itu. Laga itu sekaligus menutup rangkaian uji coba jelang Sea Games yang dijalani Eka Ramdani dan kawan-kawan. Laga tersebut berkesudahan seri 1-1.

Buta Akan Skuad Kedua Tim

Lalu bagaimana dengan pertemuan level senior nanti? Kedua tim tentu masih buta akan kekuatan masing-masing. Namun kalau dari timnas, Coach Shin kabarnya sudah mengantongi 26 pemain yang akan disiapkan untuk dua laga melawan Palestina dan Argentina.

Kalau menurut Nova Arianto, 26 nama yang ada di kantong Coach Shin itu sudah diserahkan ke PSSI untuk didaftarkan. Nova juga menambahkan bahwa setelah 26 pemain itu rilis, timnas Garuda akan segera menjalani pemusatan latihan di Jakarta, mulai 5 Juni 2023.

Selain itu, dari pihak Argentina, tentu mereka masih menunggu skuad yang akan confirm bisa ikut. Mengingat, banyak dari anggota skuadnya yang kecapekan karena baru selesai di kompetisinya masing-masing pada akhir Mei 2023. Belum lagi yang masih main di final Liga Champions 11 Juni 2023, seperti Lautaro Martinez maupun Julian Alvarez.

Shin Tae Yong vs Lionel Scaloni

Laga ini juga bertajuk duel antara dua pelatih, Shin Tae-Yong vs Lionel Scaloni. Dua pelatih yang juga masih buta akan kekuatan satu sama lain. Namun, Coach Shin punya rekor lumayan apik kala bersua tim dari Amerika Latin.

Pada saat menangani Korea Selatan, Shin Tae-yong pernah menang dua kali atas Kolombia dan Venezuela, imbang melawan Bolivia, hanya kalah sekali atas Uruguay.

Bagi Scaloni, bertemu tim asal Asia pernah jadi kenangan pahit baginya. Contohnya saja di Piala Dunia 2022 lalu kala dikandaskan Arab Saudi.

Selain duel kedua pelatih, yang sangat ditunggu-tunggu kedatangannya oleh publik tanah air di laga nanti adalah sosok seorang Lionel Messi. Jika benar kejadian La Pulga ikut dalam rombongan ke Jakarta, siap-siap saja bang Messi, sang juara Sea Games bakal menjegalmu!

Sumber Referensi : bola.okezone, bola.com, fifa, tempo, cnn, tempo, bola.net, suara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Code Blog by Crimson Themes.