Jangan Pergi Gundogan! Manchester City Masih Membutuhkanmu

Gol pengubah kedudukan 3-2 versus Aston Villa musim lalu di pekan terakhir Liga Inggris, penuh dengan cerita manis. Ilkay Gundogan adalah aktor utamanya. Gelandang serba bisa asal Jerman itu membuat gelar Liga Inggris kembali dalam pangkuan The Citizens.

Namun kisah manisnya selama ini sering dilupakan. Kini bahkan nasibnya di City terkatung-katung karena kontraknya akan habis dan belum diperpanjang. Padahal, pemain muslim itu sudah banyak sekali memberi sumbangsih bagi Manchester City selama ini.

Pembelian Pertama Pep Di City

Jangan salah, ia adalah pemain pertama yang dibeli Pep Guardiola ketika pertama menginjakan kaki di Etihad, 2016 silam. Tentu tak sembarangan Pep menginginkan seorang Gundogan. Menebusnya saja dengan harga mahal dari Dortmund, yakni sebesar 20 juta pounds.

Sebenarnya kalau dilihat dari materi lini tengah Pep waktu itu, masih penuh sesak. Di situ masih dihuni pemain macam Fernando, Fernandinho, Yaya Toure, David Silva maupun Kevin De Bruyne. Lalu apa yang akan diperbuat Pep dengan pembelian Gundogan?

Hanya tampil 16 kali selama semusim, Pep sepertinya masih mencoba mengintegrasikan Gundogan pada sistem yang sedang ia bangun. Karena sistem lini tengah yang dibangun Pep di City, yakni memakai satu gelandang bertahan saja dan dua gelandang serang.

Seorang Gelandang Serba Bisa

Lalu Gundogan diposisikan di mana? Kita ingat di masa kejayaannya bersama Dortmund, ia lebih sering tandem dengan satu gelandang bertahan, ketika itu Sebastian Kehl. Artinya ia lebih berpotensi menjadi gelandang serang bagi Pep.

Bukan Pep namanya kalau tak pandai mengatur strateginya dalam menempatkan pemain. Seorang Fabian Delph yang berposisi sebagai gelandang saja, bisa dijadikan bek sayap. Gundogan adalah seorang gelandang yang punya banyak kelebihan. Selain cerdas, ia tak hanya pandai menyerang, namun juga pandai bertahan.

Hal itu terbukti pada musim 2018/19. Di saat Fernandinho semakin menua, Gundogan sering dipercaya menempati posisi gelandang bertahan oleh Pep. Menurut Transfermarkt, 22 kali Gundogan menjadi gelandang bertahan menggantikan Fernandinho.

Sosok Penerus Lini Tengah City

Sebagai gelandang serba bisa, Pep tentu sangat menyukainnya. Tak heran ia selalu dipertahankan Pep dari godaan tim lain. Meski rasanya, ia sudah terlalu lama bosan di bawah bayang-bayang nama besar De Bruyne dan David Silva. Apalagi, ketika kedatangan Bernardo Silva. Seorang gelandang serang juga yang diprediksi menggusurnya di lini tengah.

Pep yang mempertahankan Gundogan tentu punya alasan. Selain rotasi serta kedalaman skuad, Pep butuh sosok jenderal pengganti di lini tengah ketika sosok senior seperti Fernandinho atau David Silva, makin menua. Dan benar saja, setelah Fernandinho dan David Silva pergi, ia mengisi kekosongan itu dengan baik. Kevin De Bruyne tak lagi sendirian mengemban tugas di lini tengah.

Sempat Menjadi False Nine

Sejak itulah ia diposisikan lebih menyerang bersama De Bruyne. Karena di gelandang bertahan, Pep sudah mendatangkan Rodri. Namun permasalahan selanjutnya kembali terjadi di City, ketika mereka ditinggal Aguero. Bomber yang selama ini jadi mesin gol. Gabriel Jesus yang diharapkan sebagai penerusnya tak sesuai ekspektasi.

Lalu apa yang dilakukan Pep? Bermain tanpa striker murni dan menggunakan false nine adalah cara lama Pep yang dilakukan kembali di City sejak musim 2020/21.

Sebagai striker palsu, Pep sering berganti-ganti menempatkan pemain, salah satunya yakni Gundogan. Jumlah golnya pun justru meningkat. Menurut Transfermarkt catatan golnya menanjak dari 5 gol di musim sebelumnya, menjadi 17 gol di musim itu.

Penyelamat City Merengkuh Juara Musim Lalu

Sama juga seperti yang terjadi di musim lalu. City belum mempunyai striker haus gol, mereka malah membeli seorang Grealish. Mau tidak mau strategi yang serupa dilakukan kembali oleh Pep. Hal itu ternyata masih kembali membuahkan hasil.

Foden, Gundogan, Sterling, Grealish, Mahrez, Bernardo Silva, Kevin De Bruyne, silih berganti menjadi pendulang gol bagi City musim lalu. Namun 10 gol selama semusim, membuktikan Gundogan masih menjadi sosok penting bagi pendulang gol City musim lalu.

Apalagi kalau mengingat sumbangsihnya yang tak terlupakan di pekan terakhir melawan Aston Villa. Gol pertamanya setelah tertinggal 2-0, membuat semangat mental bertanding para punggawa City kembali menggelora. Apa jadinya kalau tak ada gol dari Gundogan waktu itu?

Karena di tempat lain, Liverpool sudah menang atas Wolves. FYI aja, ketika itu Liverpool dan City masih bersaing hingga pekan terakhir untuk meraih juara Liga Inggris. Namun akhirnya, Gundogan resmi menjadi “The Real Hero” bagi City. Brace-nya ketika itu mengantarkan Citizens mempertahankan gelar juara Liga Inggris.

Musim Ini Banyak Membantu City Meraih Poin Di Liga Inggris

Beda lagi apa yang terjadi di musim ini. Pep mendatangkan Erling Haaland sebagai ujung tombak. Otomatis peran mesin gol City sudah tak lagi dibebankan kepada para gelandangnya, termasuk Gundogan.

Namun Gundogan tetap menjadi jenderal lini tengah Pep menemani De Bruyne. Ia yang sudah menginjak usia 32 tahun, justru didapuk menjadi kapten tim City musim ini.

Ia kini tak lagi menjadi false nine. Tapi naluri golnya masih terjaga. Termasuk di laga-laga krusial menjelang berakhirnya musim ini. Ketika Haaland dan De Bruyne dijaga ketat lawan dan tak berkutik, ia bisa muncul bak dewa penyelamat.

Seperti apa yang ia tunjukan pada laga melawan Leeds dan Everton di pekan ke-35 dan 36 Liga Inggris. Di saat fokus konsentrasi City terpecah ke Liga Champions, dua Brace Gundogan di dua laga tersebut mengantarkan City meraih poin krusial. Berkat hasil itu, jarak City menjadi menjauh dari pesaingnya Arsenal.

Otomatis, peluang gelar juara Liga Inggris musim ini bagi City menjadi semakin besar. Pep pun bahkan tak segan memujinya, “Dia lagi, dia lagi. Dia selalu menunjukan kualitasnya di momen yang tepat. Itu menunjukan kekuatan seorang pemimpin,” kata Pep Guardiola.

Kontrak Gundogan

Namun sang kapten yang disanjung Pep itu sudah mulai menua. Kontraknya pun akan habis pada akhir musim ini. Sebuah ironi, ketika ia disanjung-sanjung namun nasib kontraknya tak ada kepastian.

Karena selama ini, ia belum diperbaharui kontraknya oleh City. Hal inilah yang selama ini membuat namanya santer dikabarkan akan dicomot klub besar lain. Bahkan Barcelona pun sempat terdepan untuk mendapatkan tanda tangan gratis dari kapten City itu.

Tapi kalau menurut The Guardian, agen Gundogan membantah kabar itu. Mereka dikabarkan masih terbuka untuk pembicaraan perpanjangan kontraknya dengan Citizens. Nah masalahnya, tuntutan Gundogan ini ternyata berat bagi City.

Bukan soal uang. Masalahnya satu, City secara manajemen biasanya memperbarui kontrak pemain usia 30 ke atas hanya semusim saja. Sedangkan, tuntutan Gundogan selain naik gaji juga durasinya yakni selama dua tahun.

Well, semua keputusan kini berada di tangan Gundogan. Tentu Pep sendiri sangat ingin mempertahankan rekrutan pertamanya itu. Pep masih butuh sosok jenderal berpengalaman di lini tengah musim depan. Jangan pergi dulu Gundogan, Manchester City masih membutuhkanmu.

Sumber Referensi : theathletic, bundesliga, footballfaithfull, transfermarkt, theguardian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Code Blog by Crimson Themes.