Siapa Lebih Baik, Endrick Felipe atau Vitor Roque?

Meski liga belum dimulai, persaingan El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona sudah dimulai. Tak hanya persaingan dalam lapangan saja, tapi juga dari segi transfer pemain.

Setelah kalah dalam rebutan Arda Guler, kini Barca tak mau kalah saing lagi dengan Real Madrid yang sudah dulu mendatangkan wonderkid Brazil, Endrick Felipe. Ya, Barca kini kedatangan wonderkid Brazil lainnya, Vitor Roque.

Lalu muncullah tajuk duel Endrick vs Vitor Roque siapa yang terbaik. Menarik untuk melihat bagaimana perbandingan dua wonderkid negeri Samba tersebut. Sehebat dan secocok apa dengan timnya masing-masing?

Real Madrid Kerap Terbukti

Bicara soal perekrutan wonderkid dari Brazil, Real Madrid sudah kerap terbukti hasilnya. Sejak dipimpin scouting khusus untuk Amerika Selatan, Junior Calafat, El Real kerap merasakan tuahnya.

Pemain seperti Vinicius dan Rodrigo misalnya. Dulu ketika direkrut, siapa yang percaya kalau wonderkid yang masih bau kencur itu bisa moncer di Real Madrid yang penuh bintang mapan? Namun nyatanya, mereka menjadi andalan lini penyerangan Los Blancos hingga sekarang.

Barcelona Sering Gagal

Beda dengan Barcelona. Mereka secara catatan sejarah sering dibuat menyesal dalam merekrut wonderkid dari Brazil. Lihat saja wonderkid yang digembar-gemborkan dulu macam Keirrison, Henrique, Douglas, maupun Malcolm. Ke mana mereka sekarang?

Barca terbukti tak terlalu jago dalam menemukan talenta muda dari negeri Samba. Mereka kini baru memulai dan belajar dengan menunjuk pemandu bakat seperti mantan pemainnya yang blasteran Brazil-Portugal, Deco. Beberapa rekrutan muda sudah digaet Barca saat ini, termasuk Vitor Roque.

Siapa Vitor Roque?

Lalu siapa sih Vitor Roque? Ia adalah pemuda 18 tahun yang kini bermain di klub Liga Brazil, Atletico Paranaense. Ia direkrut dari Cruzeiro tahun 2020 lalu dengan memecahkan biaya transfer klub sebesar 5 juta euro.

Roque juga adalah bintang timnas Brazil yang bersinar di Copa Amerika Selatan U-20 2023 Ia berhasil mengantarkan Brazil meraih juara. Penampilannya pun banyak dipuji, termasuk oleh direktur klub Internacional, Gustavo Grossi. Bahkan Grossi tak segan mengungkapkan bahwa ia adalah titisan Ronaldo Nazario dengan segala atribut teknik yang dimilikinya.

Siapa Pula Endrick?

Tak hanya Vitor Roque yang banyak diomongin sebagai “The Next Ronaldo Nazario”, Endrick Felipe pun tak ketinggalan. Bahkan Endrick langsung dapat pujian dari Ronaldo Nazario.

Menurut Ronaldo, Endrick adalah masa depan yang menjanjikan. Ia dianggap sudah profesional di usia yang masih sangat belia. Menurutnya, itu akan jadi pengalaman yang luar biasa bagi dirinya maupun tim yang akan ia bela.

Kalau dilihat dari kesetiaan mereka pada klub binaan, Pemuda 17 tahun ini juga lebih terbukti dari pada Roque. Ya, Endrick adalah pemain asli binaan Palmeiras sejak kecil sampai sekarang. Berbeda dengan Roque yang sudah hengkang dari klub masa kecilnya, Cruzeiro.

Dari Segi Harga

Dari segi harga pun berbeda. Vitor Roque ditebus Barca dengan mahar sebesar 61 juta euro. Rinciannya adalah biaya pokok transfernya 30 juta euro, 26 juta euro sebagai bonus performa seperti gol maupun trofi, sementara sisanya 5 juta euro adalah insentif tambahan jika ia bisa masuk tiga besar Ballon d’Or.

Durasi kontrak Roque adalah 6 tahun yakni hingga musim 2030/31. Namun, Roque baru bisa bergabung ke Barcelona tahun 2024 mendatang. Sama halnya dengan Endrick yang baru bisa datang ke Bernabeu pada 2024 mendatang.

Bedanya ia sudah ditebus duluan pada 2022 lalu. Nilai tebusannya pun berbeda yakni sebesar 72 juta euro. Rinciannya 60 juta euro untuk biaya pokok transfer, dan 12 juta euro untuk biaya pajak. Durasi kontraknya sama dengan Roque, yakni sampai musim 2030/31.

Torehan Di Liga Brazil

Lalu dari segi torehannya selama merumput di Liga Brazil pun berbeda. Menurut catatan Transfermarkt, jumlah gol dan assist Vitor Roque ternyata lebih banyak daripada Endrick. Paling tidak per pekan 13 Liga Brazil, Roque sementara telah mengemas 15 gol dan 6 assist.

Sementara Endrick, baru mengemas 7 gol dan 1 assist saja. Tapi kalau dilihat dari menit bermain, ternyata juga berbeda. Vitor Roque lebih banyak main dibanding Endrick, yakni selama 2.224 menit. Sedangkan Endrick hanya 1.363 menit.

Dari Segi Gaya Bermain

Selain torehan, penting juga untuk melihat keunggulan dan gaya main mereka berdua. Vitor Roque terlebih dahulu. Ia adalah pemain bertinggi 172 meter dengan tubuh yang atletis. Kaki terkuatnya adalah kaki kanan. Ia lebih sering musim ini bermain sebagai penyerang tengah di klubnya.

Kemampuan di depan gawang lawan tak diragukan lagi. Sebagai finisher, torehan golnya jadi bukti bahwa ia salah satu bomber haus gol. Namun hal itu berbanding terbalik dengan catatan menurut Fbref. Diketahui bahwa angka expected goals Roque tak terlalu bagus yakni di angka 0,43. Jauh dari Endrick yang berada di angka 0,83.

Artinya, kalau jumlah golnya lebih banyak Roque, berarti striker ini termasuk striker pembunuh yang tak butuh banyak peluang untuk mengkonversikannya menjadi gol. Itulah kelebihan Roque. Kalau dilihat dari angka tadi, Endrick butuh lebih banyak peluang untuk mengkonversinya menjadi gol.

Lalu kalau secara postur, sebenarnya Endrick ini tak jauh beda dengan Roque. Ia punya tinggi sekitar 173 meter. Namun gaya mainnya agak berbeda dengan Roque. Endrick lebih kuat di kaki kiri.

Endrick juga terkenal lebih banyak menonjolkan sisi kelebihan teknik individunya di kotak penalti lawan daripada fokus membuat gol. Hal ini terlihat dari angka touches at attacking area atau sentuhannya di area lawan yang tinggi. Menurut Fbref angkanya adalah 6,79. Berbeda jauh dengan Roque yang hanya 4,58.

Dari Segi Kecocokan Dengan Skema Tim

Dengan segala torehan dan kelebihan yang dipunyai dua wonderkid tersebut, pertanyaan berikutnya adalah apakah ia akan cocok di skema timnya masing-masing?

Vitor Roque kemungkinan akan disiapkan sebagai penerus Lewandowski. Kita tahu umur Lewi sudah tak muda lagi. Tipenya yang hampir sama sebagai finishing, akan lebih enak diatur oleh Xavi di format 4-3-3. Misal Lewi masih bertahan di musim depan, ia juga bisa jadi backup-nya.

Sedangkan Endrick, kita tahu Real Madrid setelah ditinggal Benzema pergi masih terus mencari suksesornya. Joselu yang sudah tua, juga tak bisa diharapkan awet. Endrick bisa menjadi jawaban dengan ditopang seniornya yakni Rodrigo dan Vinicius.

Namun pertanyaan berikutnya, apakah Endrick bisa masuk dalam skema pelatih baru Madrid pasca Ancelotti? Apalagi jika transfer Mbappe terwujud, apakah masih ada tempat baginya untuk unjuk gigi?

Dari semua perbandingan kedua wonderkid itu, paling tidak sekarang El Clasico musim mendatang akan jadi pertarungan yang sengit untuk membuktikan siapa yang terbaik antara keduanya. Kalau menurut Football Lovers, siapa nih kira-kira yang akan gacor duluan?

Sumber Referensi : as.com, 90min, fifa, transfermarkt, fbref, fbref

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Code Blog by Crimson Themes.